Dalam mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya, Tradisi etnografi merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami budaya, perilaku, nilai, norma, dan pola komunikasi suatu kelompok masyarakat melalui pengamatan langsung di lingkungan sosial mereka. Dalam komunikasi lintas budaya, etnografi membantu peneliti memahami bagaimana anggota komunitas dari budaya yang berbeda berinteraksi, membangun makna, serta mempertahankan identitas budaya mereka. Pendekatan ini menekankan pentingnya keterlibatan peneliti secara langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang diteliti.
Etnografi berasal dari kajian antropologi yang kemudian berkembang dalam ilmu komunikasi. Peneliti etnografi biasanya melakukan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan pencatatan aktivitas sosial untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai suatu budaya. Dalam komunitas lintas budaya, metode ini sangat penting karena setiap kelompok memiliki simbol, bahasa, adat, dan pola komunikasi yang berbeda.
Salah satu fokus utama tradisi etnografi adalah memahami komunikasi sebagai bagian dari budaya. Cara seseorang berbicara, menggunakan bahasa tubuh, menyapa orang lain, atau menyampaikan pendapat sering kali dipengaruhi oleh nilai budaya yang dianut. Oleh karena itu, etnografi tidak hanya mempelajari apa yang dikatakan, tetapi juga bagaimana dan mengapa komunikasi tersebut dilakukan dalam konteks budaya tertentu.
Tokoh penting dalam tradisi etnografi komunikasi adalah Dell Hymes yang mengembangkan model SPEAKING untuk menganalisis unsur-unsur komunikasi dalam masyarakat. Model tersebut meliputi:
- Setting and Scene (tempat dan suasana komunikasi)
- Participants (pelaku komunikasi)
- Ends (tujuan komunikasi)
- Act Sequence (urutan percakapan)
- Key (nada atau gaya komunikasi)
- Instrumentalities (media atau bahasa yang digunakan)
- Norms (aturan komunikasi)
- Genre (jenis komunikasi)
Dibawah ini kegiatan mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Dian Nusantara mempraktekkan model Speaking Dell Hymes di kelas.
Tradisi Fenomenologi dalam Komunikasi Lintas Budaya
Tradisi fenomenologi adalah pendekatan yang berfokus pada pengalaman sadar dan makna subjektif yang dirasakan individu terhadap suatu fenomena. Dalam komunikasi lintas budaya, fenomenologi digunakan untuk memahami bagaimana seseorang mengalami interaksi budaya yang berbeda serta bagaimana pengalaman tersebut membentuk pemaknaan dirinya.
Fenomenologi menekankan bahwa realitas sosial dipahami melalui pengalaman pribadi manusia. Oleh karena itu, peneliti mencoba menggali persepsi, perasaan, dan pengalaman individu secara mendalam melalui wawancara intensif dan refleksi pengalaman hidup.
Dalam konteks komunikasi lintas budaya, pendekatan ini membantu memahami pengalaman seseorang ketika menghadapi perbedaan budaya, seperti culture shock, kesalahpahaman komunikasi, diskriminasi, atau proses adaptasi budaya baru. Fokusnya bukan pada budaya secara umum, melainkan pada pengalaman individu terhadap budaya tersebut.

No comments:
Post a Comment