October 8, 2026

Smart Selling dengan STP: Segmentasi, Targeting, dan Positioning

 Smart Selling dengan STP dapat diterapkan secara sederhana pada bisnis kantin kampus. Penjual tidak hanya menjual makanan, tetapi perlu memahami siapa konsumennya, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana membuat kantinnya berbeda dari pesaing.

                                  Presentasi mahasiswa tentang STP

                                            Sumber: dok.pribadi

1. Segmentation - Mengenali Konsumen

Kantin kampus dapat membagi konsumennya berdasarkan karakteristik konsumen. Misalnya:

  • Mahasiswa → mencari makanan yang murah, cepat, dan mengenyangkan.
  • Dosen → lebih mempertimbangkan kualitas, kenyamanan, dan variasi makanan.
  • Tenaga kependidikan → membutuhkan makanan praktis dengan harga terjangkau.
  • Mahasiswa yang peduli kesehatan → mencari makanan rendah minyak, rendah gula, atau menu sehat.
  • Mahasiswa yang aktif di media sosial → tertarik pada makanan yang menarik secara visual dan mudah dibagikan di media sosial.

2. Targeting - Memilih Konsumen Utama

Setelah mengetahui berbagai segmen, penjual dapat menentukan target utama. Misalnya, kantin memilih mahasiswa sebagai target utama karena jumlahnya paling banyak dan memiliki frekuensi pembelian yang tinggi.

Contohnya, kantin menawarkan:

“Paket Hemat Mahasiswa: Nasi + Ayam + Sayur + Es Teh = Rp15.000.”

Penawaran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa yang menginginkan harga terjangkau, makanan mengenyangkan, dan pelayanan cepat.

3. Positioning - Membuat Kantin Berbeda

Kantin juga perlu memiliki citra atau keunggulan yang mudah diingat. Misalnya:

“Kantin Kampus: Enak, Hemat, Cepat, dan Kenyang.”

Kantin dapat membangun positioning melalui harga, rasa, pelayanan, kebersihan, variasi menu, atau suasana tempat.

Misalnya terdapat tiga kantin di sebuah kampus. Kantin A menjual berbagai makanan tanpa menentukan target. Kantin B fokus pada makanan hemat untuk mahasiswa. Kantin C fokus pada makanan sehat dan premium.

Dengan STP, Kantin B dapat lebih mudah membangun identitas:

“Kantin Pilihan Mahasiswa : Makan Enak, Harga Bersahabat.”

Jadi, Smart Selling bukan sekadar menjual sebanyak-banyaknya, tetapi menjual produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen yang menjadi target utama. Inilah fungsi STP: mengenali pasar → memilih target → menciptakan posisi yang kuat di benak konsumen.

September 30, 2026

Permasalahan dalam Perekonomian Indonesia


Perekonomian Indonesia memiliki karakteristik yang dipengaruhi oleh kondisi geografis, demografis, sumber daya alam, serta perkembangan sosial dan teknologi. Indonesia memiliki wilayah kepulauan yang menyebabkan aktivitas ekonomi tersebar di berbagai daerah dengan karakteristik yang berbeda. Pulau Jawa memiliki konsentrasi kegiatan industri, perdagangan, dan jasa yang relatif besar, sementara daerah lain memiliki keunggulan pada sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan, pariwisata, dan sumber daya alam lainnya.

                   Kegiatan Presentasi pada Mata Kuliah Perekonomian 
                                                        Indonesia
                                             Sumber : dok. pribadi           


Indonesia juga mengalami perubahan struktur ekonomi. Jika sebelumnya aktivitas ekonomi sangat bergantung pada sektor primer seperti pertanian dan pertambangan, perkembangan industri dan jasa semakin meningkatkan kontribusi sektor sekunder dan tersier. Perkembangan ekonomi digital kemudian memperluas aktivitas perdagangan dan jasa melalui e-commerce, financial technology, platform digital, dan berbagai bentuk bisnis berbasis teknologi.

Permasalahan dalam Perekonomian Indonesia

Dalam perkembangannya, Indonesia menghadapi berbagai persoalan ekonomi. Beberapa di antaranya adalah kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pendapatan, inflasi, kesenjangan pembangunan antarwilayah, produktivitas tenaga kerja, serta kualitas sumber daya manusia. Persoalan tersebut saling berkaitan sehingga penyelesaiannya membutuhkan kebijakan yang terintegrasi.

Selain persoalan domestik, Indonesia juga menghadapi tantangan eksternal. Perubahan harga komoditas dunia, kondisi perdagangan internasional, perubahan suku bunga global, konflik geopolitik, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi dapat memberikan dampak terhadap perekonomian nasional. Karena itu, pemerintah perlu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Peran Pemerintah dalam Perekonomian

Pemerintah memiliki peran penting dalam mengarahkan dan menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Melalui kebijakan fiskal, pemerintah mengatur penerimaan dan pengeluaran negara, termasuk pajak, subsidi, belanja pemerintah, dan pembangunan infrastruktur. Sementara itu, kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia berperan dalam menjaga stabilitas nilai rupiah dan inflasi serta mendukung stabilitas sistem keuangan.

Pemerintah juga berperan dalam menyediakan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, menciptakan iklim investasi, memberikan perlindungan sosial, serta mengembangkan sektor-sektor ekonomi strategis. Tujuannya bukan hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Pada akhirnya, pembangunan ekonomi Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, pengurangan kemiskinan, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan perekonomian tidak hanya diukur dari besarnya pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga dari seberapa jauh manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Kesimpulannya, perekonomian Indonesia memberikan dasar untuk memahami bagaimana sistem ekonomi Indonesia bekerja, bagaimana kegiatan produksi dan konsumsi berlangsung, bagaimana pemerintah menjalankan kebijakan ekonomi, serta bagaimana Indonesia menghadapi perubahan ekonomi nasional dan global. 

August 24, 2026

Makna Momentum HUT RI ke-81 dan Satyalancana

 Mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum yang istimewa untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan pengabdian kepada bangsa. Upacara juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan perlu diisi dengan kerja nyata dan kontribusi positif, termasuk melalui dunia pendidikan. Upacara yang diselenggarakan oleh LLDikti III pada Senin (17-8-2026) bertempat di lapangan Institut Tarumanegara Jakarta Selatan yang diikuti sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa dan lainnya.

                    Kegiatan HUT RI ke 81 2026 di Lapangan ITARU
                                             Sumber: dok.pribadi

Upacara dihadiri Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof.  Badri Munir Sukoco dan  Kepala LLDIKTI Wilayah III  Prof. Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, SE. M.A.  Kehadiran dan amanat beliau memberikan pesan bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada perjuangan para pahlawan, tetapi harus diteruskan melalui pengabdian, pendidikan, dan karya nyata untuk kemajuan bangsa.

Lebih istimewa lagi, momentum tersebut disertai dengan pemberian Satyalancana  Karyasatya pada 133  penerima di lingkungan LLDikti III sebagai penghargaan atas pengabdian. Tahun 2026 ini ada 3 dosen Undira yang menerima Satyalancana.  Satyalancana bukan sekadar sebuah tanda penghargaan, tetapi menjadi simbol perjalanan panjang dalam menjalankan tugas dan memberikan kontribusi bagi pendidikan. Selain itu ada pemberian penghargaan bagi mahasiswa berprestasi tahun 2026. Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Dengan demikian,  dan pemberian Satyalancana memiliki satu benang merah: kemerdekaan, pengabdian, dan keberlanjutan perjuangan melalui pendidikan.

“Kemerdekaan mengajarkan kita tentang perjuangan, Satyalancana mengingatkan kita tentang pengabdian. Di usia 81 tahun Indonesia, semoga setiap ilmu yang diberikan, setiap mahasiswa yang dibimbing, dan setiap karya yang dihasilkan menjadi bagian kecil dari upaya mencerdaskan dan memajukan bangsa.”

August 4, 2026

Jalan Kaki di Alam: Cara Sederhana Mengusir Jenuh Belajar dan Bekerja



Di tengah padatnya jadwal kuliah, penelitian, mengajar, dan berbagai aktivitas akademik, rasa jenuh pasti pernah dirasakan oleh mahasiswa maupun dosen. Kadang otak terasa penuh, ide sulit muncul, dan semangat belajar atau bekerja mulai menurun. Nah, salah satu cara sederhana untuk mengatasinya adalah jalan kaki di alam.  Kegiatan ini mengajak kita untuk memperhatikan keindahan alam, menghirup udara segar, mendengar suara burung, melihat pepohonan, lalu merenungkan betapa luar biasanya ciptaan Tuhan. Saat hati menjadi lebih tenang, pikiran pun ikut terasa lebih ringan.

                                  Kegiatan Mahasiswa dan Dosen
                                             Sumber: doc.panitia

Tubuh Jadi Lebih Sehat

Jalan kaki adalah olahraga yang murah, mudah, dan bisa dilakukan siapa saja. Tidak perlu alat khusus atau biaya mahal. Cukup luangkan waktu sekitar 30-45 menit beberapa kali dalam seminggu. Kebiasaan ini membantu melancarkan peredaran darah, menjaga kesehatan jantung, memperkuat otot, dan membuat tubuh terasa lebih bugar.  Bagi mahasiswa yang sering duduk berjam-jam mengerjakan tugas atau skripsi, jalan kaki bisa mengurangi pegal di leher, punggung, dan pinggang. Begitu juga bagi dosen yang sehari-harinya mengajar, meneliti, atau bekerja di depan komputer. Tubuh yang lebih aktif biasanya juga membuat tidur lebih nyenyak dan energi kembali terisi.

Pikiran Lebih Fresh

Pernah merasa mentok saat mengerjakan tugas atau menyusun materi kuliah? Cobalah keluar sebentar dan berjalan santai. Saat berjalan, tubuh melepaskan hormon endorfin yang membantu memperbaiki suasana hati. Banyak orang merasakan pikirannya menjadi lebih segar setelah berjalan kaki. Penelitian juga menunjukkan bahwa berjalan di lingkungan alami dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan kelelahan mental, bahkan dalam waktu yang relatif singkat.  Bagi mahasiswa, jalan kaki bisa menjadi "tombol reset" setelah berjam-jam belajar. Sementara bagi dosen, aktivitas ini membantu mengurangi penat setelah mengajar, rapat, atau menyelesaikan administrasi kampus.

Melihat Alam Membuat Hati Lebih Tenang

Saat berjalan di taman, kebun, sawah, atau kaki gunung, kita tidak hanya menggerakkan tubuh, tetapi juga melatih diri untuk lebih bersyukur. Melihat pepohonan yang rindang, langit yang luas, atau suara gemericik air sering kali membuat kita sadar bahwa hidup tidak hanya tentang tugas, target, dan deadline.  Momen seperti ini dapat menjadi waktu terbaik untuk merenung, berdoa, dan mengingat kebesaran Tuhan. Banyak orang justru mendapatkan inspirasi, solusi, atau ide-ide baru ketika pikirannya sedang rileks di alam terbuka.

Belajar dan Mengajar Jadi Lebih Semangat

Setelah tubuh bergerak dan pikiran lebih tenang, biasanya semangat belajar maupun mengajar ikut meningkat. Mahasiswa menjadi lebih fokus saat kembali membaca materi atau mengerjakan tugas. Dosen pun lebih siap menyampaikan materi dengan penuh energi dan kreativitas.  Penelitian menunjukkan bahwa berada di ruang hijau dan berjalan di alam dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis, memperbaiki suasana hati, serta membantu memulihkan konsentrasi.

Jalan kaki sambil menikmati alam adalah kebiasaan sederhana yang manfaatnya luar biasa. Tubuh menjadi lebih sehat, pikiran lebih segar, hati lebih tenang, dan semangat belajar maupun mengajar kembali tumbuh.   Kegiatan ini juga membuat komunikasi  antara dosen dan mahasiswa lebih terbuka, mengurangi kejenuhan, sekaligus menciptakan lingkungan akademik yang lebih sehat, akrab, dan produktif. Siapa tahu, setelah itu tugas yang terasa berat menjadi lebih ringan, ide-ide baru bermunculan, dan rasa syukur kepada Tuhan pun semakin bertambah.