Smart Selling dengan STP dapat diterapkan secara sederhana pada bisnis kantin kampus. Penjual tidak hanya menjual makanan, tetapi perlu memahami siapa konsumennya, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana membuat kantinnya berbeda dari pesaing.
Presentasi mahasiswa tentang STP
Sumber: dok.pribadi
1. Segmentation - Mengenali Konsumen
Kantin kampus dapat membagi konsumennya berdasarkan karakteristik konsumen. Misalnya:
- Mahasiswa → mencari makanan yang murah, cepat, dan mengenyangkan.
- Dosen → lebih mempertimbangkan kualitas, kenyamanan, dan variasi makanan.
- Tenaga kependidikan → membutuhkan makanan praktis dengan harga terjangkau.
- Mahasiswa yang peduli kesehatan → mencari makanan rendah minyak, rendah gula, atau menu sehat.
- Mahasiswa yang aktif di media sosial → tertarik pada makanan yang menarik secara visual dan mudah dibagikan di media sosial.
2. Targeting - Memilih Konsumen Utama
Setelah mengetahui berbagai segmen, penjual dapat menentukan target utama. Misalnya, kantin memilih mahasiswa sebagai target utama karena jumlahnya paling banyak dan memiliki frekuensi pembelian yang tinggi.
Contohnya, kantin menawarkan:
“Paket Hemat Mahasiswa: Nasi + Ayam + Sayur + Es Teh = Rp15.000.”
Penawaran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa yang menginginkan harga terjangkau, makanan mengenyangkan, dan pelayanan cepat.
3. Positioning - Membuat Kantin Berbeda
Kantin juga perlu memiliki citra atau keunggulan yang mudah diingat. Misalnya:
“Kantin Kampus: Enak, Hemat, Cepat, dan Kenyang.”
Kantin dapat membangun positioning melalui harga, rasa, pelayanan, kebersihan, variasi menu, atau suasana tempat.
Misalnya terdapat tiga kantin di sebuah kampus. Kantin A menjual berbagai makanan tanpa menentukan target. Kantin B fokus pada makanan hemat untuk mahasiswa. Kantin C fokus pada makanan sehat dan premium.
Dengan STP, Kantin B dapat lebih mudah membangun identitas:
“Kantin Pilihan Mahasiswa : Makan Enak, Harga Bersahabat.”
Jadi, Smart Selling bukan sekadar menjual sebanyak-banyaknya, tetapi menjual produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen yang menjadi target utama. Inilah fungsi STP: mengenali pasar → memilih target → menciptakan posisi yang kuat di benak konsumen.



