March 16, 2012

Menabung Tulisan (Naskah)

Kedengarannya aneh dan tidak biasa ya.  Bukankah kalau mendengar kata tabungan, kita selalu hubungkan dengan uang.  Memang benar, tapi tulisan juga bisa ditabung loh.  Maksudnya menabung tulisan disini adalah mencicil menulis naskah cerita.  Jadi walau sedang tidak ada deadline kita tetap terus menulis.  Lalu apa yang akan kita tulis?  Apa saja, mau cerita pendek, mau cerita setengah panjang seperti novel anak atau yang panjang sekali seperti novel remaja atau dewasa.  Hihi kebayang kalau nulis novel yang minimal 200 halaman dan nonstop.  Pasti tangan, bahu dan mata rada puyeng ya.  Nah, dengan menabung tulisan dan kontinyu menulisnya, pasti tulisan akan selesai.  Walau cuma dapat satu cerita pendek tiga halaman.

Lalu apakah sudah?  Ya jangan dong!  Sudah untuk cerita pendek dengan satu judul, lalu buat lagi cerita yang lain.  Paling tidak setiap hari menulis, walau hanya dapat satu alinia.  Nah, nanti lama-lama dengan kebiasaan menabung tulisan ini kita akan mendapatkan tabungan naskah yang cukup lumayan.  Terus apakah tabungan naskah kita itu didiamkan saja sampai penuh?  Ya tidak lah!  Tinggal mengirimkannya ke penerbit atau ke koran-koran.  Lalu duduk manis menunggu kabar (diterima atau ditolak hehe).

Tapi selama masa menunggu, jangan lupa terus menulis lagi.  Jangan sampai tabungan naskah kita kosong.  Syukur-syukur kalau ada penerbit yang mencolek minta naskah dari kita.  Tinggal kita ambil saja dari tabungan naskah.  Ayo semangat menulis...!



 

No comments:

Post a Comment

Post a Comment